Surat Rujukan Ditujukan Presiden Untuk Minta Amnesti Baiq Nuril

Surat Rujukan Ditujukan Presiden Untuk Minta Amnesti Baiq Nuril – Salah satu orang klub kuasa hukum Baiq Nuril Maknun, Erasmus Napitupulu, menjelaskan Menkumham Yasonna Laoly udah bikin surat rujukan ke Presiden Jokowi.

Dalam rujukan itu, Menkumham memohon Jokowi berikan amnesti ke Baiq Nuril.

” Tak hadirnya Ibu Nuril lantaran berita baiknya yaitu Kemenkum HAM barusan pagi memohon klub kami ada kesana pun buat setelah itu Ibu Nuril berbarengan Menkum HAM tanda tangani surat rujukan dari Menkum HAM berkenaan dengan pemberian amnesti terhadap Ibu Nuril terhadap Presiden Joko Widodo, ” ujar Erasmus di kantor KSP, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (11/7/2019) .

Rujukan itu dikatakan Erasmus ada pun dari sejumlah anggota DPR. Karenanya, ia mengharapkan Presiden Jokowi bisa pertimbangkan amnesti buat Baiq Nuril.

” Terima kasih udah ada berita baik sampai dengan demikian kami mengharapkan presiden dapat cepat pertimbangkan, ” kata Erasmus.

” Kelak dari DPR pun kita bisa berita baik kalau sejumlah anggota DPR udah oke berikan amnesti sampai ini berubah menjadi kesempatan baik serta kejadian yg penting kalau korban kekerasan seksual di Indonesia tidak akan berhenti buat bernada, ” ujarnya.

Sama seperti didapati, PN Mataram bebaskan Baiq Nuril pada 12 Juni 2017. Akan tetapi kenyataan berganti. Majelis kasasi yg diketuai Sri Murwahyuni tidak hiraukan digital evidence di atas serta menjelaskan Baiq Nuril terus bersalah serta dijatuhi hukuman 6 bulan penjara. Ketetapan kasasi itu dikuatkan pada tingkat PK yg diketuai hakim agung Suhadi.

Atas hal semacam itu, penduduk terkejut. Publik menilainya ketetapan itu cacat keadilan. Dikarenakan, dengan cara utuh, Baiq Nuril yaitu korban pelecehan seksual.

” Saat ini kita kasih ini, dengan penilaian bila ini tak kita jagalah, jadi ada rasa keadilan penduduk tercederai.

Terutama pada wanita korban pelecehan atau kekerasan seksual yg akan tidak berani ke depan memberikan terhadap publik atau tuntut orang yg melaksanakan pelecehan lantaran ada perkara hukum mengemukakan, ‘Ini Nuril yg selayaknya korban berubah menjadi dikorbankan. ‘ Ini kita pikirkanlah, kita menjaga benar, kenapa butuh memanfaatkan kekuasaan konstitusional presiden ialah amnesti, ” kata Menkumham Yasonna Laoly.