Polisi Tak Menyeramkan, Tapi Polisi Baik Hati

Polisi Tak Menyeramkan, Tapi Polisi Baik Hati – Satu orang anggota polisi di Kudus miliki keterampilan dalam penyembuhan bekam. Dia sebagai obat warga penduduk yg butuh pertolongan tiada memohon bayaran atau gratis.

Bekam yaitu satu sistem penyembuhan yg dilaksanakan melalui langkah mengisap keluar darah kotor. Dia yaitu Bhabinkamtibmas Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Namanya Aipda Much Kartika Nofianto. Ia biasa sebagai obat dengan cara keliling dengan tempat dimana-mana. Dimulai dari warung kopi, bengkel sampai Balai Desa Garung Kidul.

Dijumpai mass media di aula Balai Desa Garung Kidul, Jumat (28/6/2019) Nofi, demikian ia di panggil, tengah repot sebagai obat penduduk. Ada lebih kurang 4-5 orang penduduk yg tunggu giliran buat dibekam.

Nofi memperjelas, ia layani penyembuhan trik bekam sejak mulai tiga bulan yang silam. Ia sebagai obat penduduk dengan gratis. ” Saya mulai bekam sejak mulai tiga bulan waktu lalu. Sebelum bulan puasa, ” kata Nofi buka penuturan.

” Gratis pengobatannya. Dikarenakan ini semua swadaya penduduk. Baik alat atau kepentingan penyembuhan, swadaya dari desa, ” papar Nofi.

Ia biasa sebagai obat penduduk dimana-mana. Terpenting pada tempat kumpul penduduk ragam balai desa, warung kopi sampai tempat bengkel.

” Ngobati di warung, bengkel, balai desa, atau mungkin rumah penduduk, ” kata pria yg tinggal di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu ini.

Tidaklah mengherankan apabila Nofi selalu menenteng tas bawaan terdapat alat penyembuhan bekam dengan cara komplet seperti jarum, alat hisap, kapas, serta yang lain

Ia kebanyakan mengalirkan kabar terkait bhabinkamtibmas juga sekaligus tawarkan layanan penyembuhan bekam.

” Saya tawari penduduk adakah yg sakit serta diperlukan dibekam? ” jelas Nofi memperjelas kala berhadap-hadapan dengn penduduk.

Lantaran Nofi gak memungut serupiahpun dari penduduk jadi ia memperoleh tanggapan bagus. Sehari-hari ada-ada saja penduduk yg mohon diobati. Ia tak batasi banyaknya penduduk yg diobati sehari-hari.

” Saya tak batasi berapakah orang. Sejauh ini terbanyak enam orang penduduk yg saya bekam. Bukan hanya penduduk sini. Luar desa ada juga, ” papar pria 40 tahun ini.

Ia mau menyingkirkan kesan-kesan di penduduk apabila polisi itu menyeramkan. Menurutnya, polisi itu humanis.

” Polisi tak menyeramkan. Namun humanis. Saya melakukan bekam namun gak lupa dengan pekerjaan jadi bhabinkamtibmas, ” ujarnya.

Supomo (32) satu orang penduduk yg dibekam asal desa ditempat RT 5/RW 1 mengemukakan, ia tak berniat mau dibekam oleh polisi.

” Barusan saya tengah ngurusi terkait pajak di balai desa. Nyata-nyatanya ada bekam yg dilaksanakan pak Nofi. Ya saya turut. Tubuh saya pegal-pegal, ” kata Supomo di balai desa itu.

Kepala Desa Garung Kidul, Aan Setyawan menyongsong gairah dengan keterampilan bhabinkamtibmas di desanya.

” Saya gairah. Hampir tiap-tiap hari Pak Nofi bawa juga alat bekam. Kami dari desa cuma mendukung perlengkapan saja, ” kata Aan.