Kementerian Agama Akan Menerbitkan Kartu Nikah Yang Fungsinya Dapat Menukar Buku Nikah

Kementerian Agama Akan Menerbitkan Kartu Nikah Yang Fungsinya Dapat Menukar Buku Nikah – Akhir November ini, Kementerian Agama (Kemenag) akan menerbitkan kartu nikah yang fungsinya dapat menukar buku nikah. Kartu nikah sendiri akan sebesar serta setipis KTP.

Berdasar pada photo dari Kemenag, terlihat kartu nikah itu berupa persegi panjang dengan tulisan Kementerian Agama serta ‘Kartu Nikah’ di atasnya.

Kartu nikah itu berlatar warna hijau dengan beberapa logo Kemenag yang dibikin transparan. Lalu dibagian tengah ada photo pria serta wanita serta dibawah kembali ada kode QR.

“Buku Nikah serta Kartu Nikah yang akan dikasihkan pada pasangan nikah dikasih kode QR yang bisa dibaca dengan memakai barcode/QR scanner yang tersambung dengan aplikasi simkah untuk menangani ramainya pemalsuan buku nikah,” kata Dirjen Binmas Islam Muhammadiyah Amin waktu dihubungi, Minggu (11/11).

“Kartu nikah berisi mengenai info pernikahan yang berkaitan seperti nama, nomer akta nikah, nomer perforasi buku nikah, tempat serta tanggal nikah,” tuturnya.

Amin memberikan, penerbitan kartu nikah akan diawali di kota-kota besar seperti Jakarta. Nanti, kartu nikah betul-betul menukar peranan buku nikah yang akan ‘pensiun’ pada 2020.

Kemenag ikut memaparkan fakta akan diterbitkannya kartu nikah menjadi alternatif buku nikah. Diantaranya supaya lebih praktis di bawa serta ke mana-mana.

“Faktanya, kita ke mana-mana bawa serta buku nikah tidak? Tidak kan sebab berat. Kartu nikah (jadi) praktis. Fakta ke-2, mengembangnya hotel-hotel syariah, mereka meminta buku nikah. Jika ada orang ke hotel sama keluarga, akan di tanya manakah buku nikahnya. Itu kan jarang orang buku nikah,” tutur Amin.

“Ke-3 mempermudah kita, sebab ia integrasi sama nomer kependudukan bisa saja alternatif jati diri juga. Jika seorang tidak bawa serta KTP, dapat dipakai ikut kartu nikah,” tuturnya.

Di tanya masalah peluang kartunya hilang atau terselip, Amin memaparkan gampangnya mengatur kartu baru menjadi alternatif.

“Jika hilang, ditukar. Gampang itu, hadir kembali ke KUA yang menerbitkannya. Intinya gratis semua, tiada bayar, sebab terkait dengan akta kependudukan,” jelas Amin.

Kartu nikah yang selekasnya launching Kemenag ini mendapatkan tanggapan positif dari Komisi VIII yang mengepalai bidang Agama serta Sosial.

“Menurut saya menjadi satu terobosan service. Untuk keringanan service saya duga suatu hal yang positif ya,” responsif Wakil Ketua DPR Komisi VIII Ace Hasan.

Seirama dengan Ace, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Gerindra, Sodik Mujahid, menanggapi positif berkaitan gagasan penggunaan kartu nikah.

“Prinsipnya kreasi serta perbaikan dalam bagian apa pun kita junjung serta hargai. Ditambah lagi dalam service rakyat, termasuk juga masalah buku nikah,