Diimingi-imingi Salurkan Pekerjaan, 5 Gadis di Bali ‘Dijual’ ke Pria Hidung Belang

Diimingi-imingi Salurkan Pekerjaan, 5 Gadis di Bali ‘Dijual’ ke Pria Hidung Belang – Dua wanita aktor tindak pidana perdagangan orang (TPPO) diamankan deretan polisi Polda Bali. Ke-2 wanita berinisial NKS (49) serta NWK (51) ini menipu anak-anak umur 14-17 tahun dengan iming-iming mengalirkan pekerjaan.

Kedua-duanya diamankan di Jl Sekar Waru 3B, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (4/1). Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja menjelaskan ke-2 aktor itu bekerja bersama dengan agen di Bekasi untuk mengambil beberapa korbannya.

“Beberapa korban diambil oleh agen di Bekasi atas suruhan dari aktor NKS dengan janji kerja di Bali menjadi booking order dengan janji disiapkan sarana rumah, salon serta upah pada Rp 5-11 juta perbulan, hingga korban tergiur kerja ke Bali,” kata Hengky dalam keterangannya, Jumat (4/1/2019).

Hengky menyebutkan ke lima korban itu lalu dibelikan ticket pesawat arah Bali serta langsung ditampung oleh aktor NKS. Nahas, beberapa korban ini lantas di jual ke pria hidung belang di harga beragam.

“Lalu korban di jual pada lelaki hidung belang serta di pajang di Hall 3B punya aktor, dimana dieksploitasi dengan seksual dengan tarif Rp 250- 300 ribu /jam serta sehari-harinya melayani lelaki pada 1-8 orang,” jelas Hengky.

Info itu didapat dari salah satunya korban yang sukses kabur serta melapor ke Polda Bali.

“Sebab salah satunya korban tidak tahan pada akhirnya melarikan diri dari tempat penampungan serta memberikan laporan peristiwa ke Polda Bali didampingi petugas P2TP2A Denpasar,” tuturnya.

Di tempat penggerebekan ke lima korban sukses dievakuasi petugas. Polisi pun mengambil alih beberapa dokumen seperti catatan tamu, sampai photo copy ticket pesawat.

“Subdit 4 Ditreskrimum Polda Bali sudah lakukan penggrebekan pada tempat penampungan serta pendayagunaan serta sukses mengamankan 5 korban serta 2 aktor dengan tanda bukti yakni 1 buku catatan tamu, catatan booking/pembayaran, kopi KK serta kopi ticket pesawat,” tutur Hengky.

Sekarang ini beberapa aktor serta tanda bukti sudah dibawa serta dicheck ke kantor Ditreskrimum Polda Bali. Atas tindakannya ke-2 aktor disangkakan masalah 2 UU RI no 21/2007 mengenai TPPO atau masalah 76F Jo 83 UU RI no 35/2014 mengenai perlindungan anak.