Daging Celeng Di Seludupkan Lewat Bus

Daging Celeng Di Seludupkan Lewat Bus – Tindakan penyelundupan daging celeng asal Sumatera menuju Jawa kembali disibak, sesudah telah 2 tahun paling akhir tidak berlangsung. Banyaknya juga termasuk besar serta dengan modus baru.

” Umumnya diselundupkan menjadi barang bawaan di bus, kesempatan ini dalam jumlahnya besar 4 ton 637 kilo dibawa dengan mobil box, dikamuflase dengan ditutup buah dan daun pisang, ” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Drh Raden Nurcahyo, dalam info tercatat, Minggu (22/7/2018).

Penangkapan ini adalah kerja hasil dari Team Kerjasama Intelejen Karantina yang menyebar di sejumlah unit pelaksana tehnis, semasing Cilegon serta Lampung, dan diperluas ke Jambi, Palembang, Pekanbaru, serta Padang. Pengawasan juga dikerjakan sampai ke daerah penampung daging celeng ini di Yogyakarta, Semarang, serta Solo.

Menurut dia, ada tiga pelanggaran dalam soal masalah penyelundupan daging celeng ini, pertama pelanggaran pada UU No 16/92 mengenai Karantina Hewan, Tumbuhan serta Ikan. Ke-2 pelanggaran pada hak customer untuk mendapat pangan yang sehat serta terjamin halal.

” Seperti kita kenali jika celeng ini hidup liar serta tidak ada yang bisa jamin higienitas serta sanitasinya waktu pemrosesan daging. Celeng dapat juga menularkan penyakit ke manusia yaitu swine influenza. Bahkan juga bakteri yang ada pada kulit celeng bisa mengakibatkan ruam-ruam di kulit yang dimaksud diamond skin disease, ” kata Raden.

Dia mengatakan, waktu daging celeng di proses dengan cara tidak prima serta digabung dengan bahan lainnya jadi kornet, bakso atau sosis bisa mengakibatkan ancaman penyakit sistiserkosis yang berbentuk zoonosis serta bisa menyerang sampai ke otak manusia. Serta yang ke-3, merupakan pelanggaran masalah ASUH (aman, sehat, utuh serta halal). Waktu sudah menyengaja digabung dengan produk lainnya jadi masalah kehalalan jadi perhatian terpenting.

Dengan cara terpisah, Kepala Pusat Karantina Hewan serta Keamanan Resapi Hewani drh Agus Sunanto, juga mengemukakan masalah penyelundupan daging celeng jadi hal yang begitu dilihat. Terutama, daging ini memiliki kandungan cyste yang tinggi sekali serta beresiko buat manusia.

Kami juga sempat menjajaki daging celeng yang memang banyak di Sumatera, di tawarkan untuk kebun -kebun binatang juga tidak diterima, karena kandungan cyste tinggi serta begitu beresiko, ” tuturnya.

Perlakuan dengan cepat pada daging celeng ilegal ini juga dikerjakan oleh team pengawasan serta pengusutan Karantina Cilegon yaitu dengan mengamankan mobil box pembawa dari Dermaga 5, kontrol fisik serta laboratorium dengan pengujian cepat, Fast Pig Test untuk uji identifikasi species serta akhirnya positif daging babi.

Sekarang ini daging itu ditangkap di cold storage untuk proses hukum selanjutnya. Karena itu, pengawasan arus produk pertanian jadi hal yang paling utama buat deretan Karantina Pertanian yang menyebar di semua pintu-pintu pemasukan serta pengeluaran di lokasi Indonesia.

” Tentunya peranan orang-orang dalam soal memberikan laporan waktu lewat lintaskan produk pertanian jadi hal paling utama, supaya bahan pangan terjamin, sumber daya alam terbangun dan daya saing produk pertanian kita untuk export jadi bertambah, ” pungkas Raden.